BERFIKIR POSITIF (POSITIF THINKING) SALAH SATU LATIHAN PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA


BERFIKIR POSITIF (POSITIF THINKING) SALAH SATU LATIHAN PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA

Berfikir positif (Positif Thinking) dimaksudkan sebagai cara berfikir yang mengarahkan sesuatu kearah yang positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet atau siswa-siswi, tetapi lebih lebih bagi pelatih atau guru yang melatihnya atau mengajarnya. Dengan membiasakan diri berfikir positif dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi dan menjalin kerjasama antara berbagai pihak. Berfikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki keterampilan psikologis yang tangguh.

Pikiran positif (Positif Thinking) di ikuti dengan tindakan (Action) dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh, jika dalam bermain bulu tangkis terlintas pikiran negative seperti: “takut salah, takut memukul bola out, takut bola pukulannya tanggung” dan sebagainnya , maka kemungkinannya terjadi hal tersebut akan lebih besar. Seperti apa yang dikatakan DR. Joe Vitale “Pikiran-pikiran memancarkan sinyal magnetis yang menarik hal serupa kembali kearah anda : The Secret, hal: 11. Dihalaman lain Lisa Nichols mengatakan “Anda dapat melihat hukum tarik menarik dimana-mana. Anda menarik sendiri segala sesuatu kepada diri anda. Orang orang, pekerjaan, situasi, kesehatan, kekayaan, utang, kegembiraan, mobil yang anda kendarai, dan komunitas dimana anda berada. Anda menarik itu semua ke diri anda sendiri, seperti magnet. Apa yang anda pikirkan adalah apa yang anda wujudkan. Seluruh hidup anda adalah perwujudan dari pikiran-pikiran yang berlangsung dalam benak anda, The Secret, hal: 23. Dalam agama islam yang telah diajarkan oleh Rosullulloh Muhammad S.A.W, kita kenal dengan istilah bersangka baik (khusnudhon billah / positif thinking) bahwa siapapun yang mau bersungguh-sungguh, jalan kemudahan akan terbuka lebar. Kemampuan adalah pemberian Alloh SWT, laa khaula wa laa quwwata illa billah, tidak ada daya dan kekuatan /kemampuan kecuali dengan ijinNYA. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berfikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam memberikan instruksi kepada atlet atau siswa siswi anda. Daripada mengatakan: “kamu ini…! Susah sekali sih di ajarinya…slah terus…! Awas, jangan berhenti sebelum bisa!” lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun maksudnya serupa: “Ayo…coba lagi, pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, gerakan tangannya begini…langkahnya kesini…karena bolannya kesini…Ayo di coba”.

Sebagai pelatih atau guru olahraga, tunjukan bahwa anda percaya bahwa atlet atau siswa siswi anda memiliki peluang untuk mendapat prestasi atau dapat melakukan keterampilan yang baik. Cemoohan, celaan dan kritik yang pedas yang tidak pada tempatnya malah akan membuat atlet atau siswa-siswi Anda bereaksi negative pula dan berakibat menurunnya motivasi yang di ikuti dengan menurunya prestasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: