VO2Max


VO2 Max

Oleh:

Abdul Mahfudin Alim

Cepat atau lambatnya kelelahan didera oleh seorang dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik seseorang yang bersangkutan. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Oleh karena itu salah satu pengukuran tingkat kebugaran jasmani diantaranya yaitu dengan pengukuran VO2Max. Seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan otot dalam melakukan setiap aksinya. Dan semakin banyak oksigen yang diasup oleh tubuh menunjukkan semakin baik otot bekerja sehingga zat sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya minim. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (lt/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tubuh mampu memasukan O2 (oksigen) lewat cardio-respirasi dan kemampuan ini disebut dengan O2 Uptake (VO2). Konsep cardio-respirasi ialah tranportasi oksigen (O2), karbon-dioksida (CO2), dan trasportasi sari makanan. Kedua sistem cardio (circulasi) dan respirasi (pernafasan) tidak dapat dipisahkan mengingat kedua sistem tersebut bekerja bersamaan dan bersifat “serial”, artinya fungsi salahsatu/bagian jelek, maka seluruh fungsi akan jelek pula. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya VO2 Max adalah:

1. Paru-paru.

Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi). Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut “pernapasan eksternal” atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Bernapas terutama digerakkan oleh otot diafragma bawah. Jika otot ini mengerut, ruang yang menampung paru-paru akan meluas, dan begitu pula sebaliknya. Tulang rusuk juga dapat meluas dan mengerut sedikit. Akibatnya, udara terhirup masuk dan terdorong keluar paru-paru melalui trakea dan tube bronkial atau bronchi, yang bercabang-cabang dan ujungnya merupakan alveoli, yakni kantung-kantung kecil yang dikelilingi kapiler yang berisi darah. Di sini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah, dan kemudian dibawa oleh hemoglobin.

Proses pengambilan dan pengeluaran nafas, sangat tergantung pada kekuatan otot-otot pernafasan. Meskipun kapasitas vital besar kalau otot pernafasan lemah, maka FEV (force Expired Volume) nya akan kecil. Akibatnya ventilasi (jumlah udara yang keluar masuk selama satu menit akan kecil pula.

 

2. Pembuluh darah

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis  pembuluh darah adlah arteri dan vena, disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung tuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh.dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa keluar karbon dioksida.

Pembuluh darah bersifat elastis, mampu melebar (vasodilatasi) dan menyempit (vasokontriksi). Pada saat berolahraga pembuluh pada otot mengalami vasodilatasi, hal ini menguntungkan agar aliran menjadi lancar dan proses pertukaran gas berjalan lebih baik.

Darah mengandung butir darah merah dan plasma. Pada olahragawan terjadi peningkatan jumlah butir, banyak sel-sel muda dan besar, kadar haemoglobin, cadangan alkali juga meningkat, sehingga toleransi akan asam laktat betambah besar pula. Pada penelitian terhadap darah orang terlatih, ternyata data dari kwalitatif dari darah relative tak menonjol, tetapi jumlah darah keseluruhan yang beredar (total whole blood) bisa mencapai 20% lebih banyak dari orang normal.

Pembuluh yang baik yaitu banyak dan elastis, dari faktor fleksibilitas inilah pentingnya kita melatih fleksibilitas karena pembuluh darah menempel di seluruh bagian tubuh, jadi dengan melatih fleksibilitas mempengaruhi fleksibilitas pembuluh darah. Oleh karena itu latihan fleksibilitas dalam olahraga sangat penting dalam suatu olahraga yaitu dengan cara stretching (baik statis maupun dinamis) atau bentuk-bentuk latihan fleksibilitas yang lainnya.

3. Jantung   

Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.

Proses pemompaan jantung tergantung sekali pada kembalinya darah ke jantung, serta kuat tidaknya otot jantung berkontraksi. Pengambilan darah darah kejantung sering disebut dengan venus return. Pada venus-retun yang kecil, maka akan berakibat pemompaan jantung kecil. Hal ini karena perlu diingat fungsi klep vena adalah membawa darah kembali ke jantung.

Dalam olahraga yang dinamis jumlah darah yang diedarkan oleh jantung mampu meningkat menjadi 10X lipat. Ini disebabkan oleh frekuensi jantung meningkat kurang lebih 2,5 kali dan curah jantung dalam sekali denyut (volume sedenyut) meningkat menjadi empat kali. Dalam keadaan istirahat biasanya frekuensi denyut jantung pada orang terlatih kecil sekali (kurang dari 60X/menit). Pada orang terlatih sering terjadi pembesaran jantung, hal tersebut karena otot jantung sangat tebal dan kuat. Jadi jantung yang baik yaitu yang tidak bocor/rusak, 1 stroke value banyak yang dipengaruhi oleh besarnya bilik, serambi dan aorta.

 

4. Mitokondria

Mitokondria yang baik yaitu yang besar dan banyak. Mitokondria “rumah energy/dapur” sel. Tanpa mitokondria, sel tidak akan dapat mengambil jumlah energy yang bermakna dari bahan makanan dan O2, dan sebagai akibatnya, semua sel akan berhenti. Pada dasarnya mitokondria terdapat disemua bagian sitoplasma, tetapi jumlah total per sel sangat bervariasi, mulai kurang dari seratus sampai beberapa ribu, bergantung pada jumlah energy yang dibutuhkan oleh masing-masing sel. Mitokondria bertanggung jawab terhadap metabolisme energi. Mitokondria ada yang berbentuk granula (diameternya pendek hanya beberapa ratus nanometer) dan ada yang bercabang dan berbentuk filament (diameternya satu mikrometer dan panjangnya tujuh mikrometer).

Struktur mitokondria terdiri dari dua membran protein lapis ganda (membran luar dan membran dalam), banyak lipatan membran dalam membentuk rak-rak, yang merupakan tempat pelekatan enzim-enzim oksidatif. Ruang mitokondria bagian dalam dipenuhi dengan matriks yang mengadung sejumlah besar larutan enzim, yang dibutuhkan untuk menghisap energi dari bahan makanan. Enzim-enzim ini bekerjasama dengan enzim-enzim oksidatif pada rak-rak untuk menyebabkan oksidasi dari bahan makanan. Energy yang dibebaskan digunakan untuk mensintesis sebuah subtansi berenergi tinggi yang disebut Adenosin Trifosfat (ATP). ATP kemudian diangkut keluar dari mitokondria, dan berdifusi keseluruh sel untuk membebaskan energinya dimana saja dibutuhkan untuk melakukan fungsi sel.

Mitokondria dapat bereplikasi sendiri, yang berarti satu mitokondria dapat membentuk mitokondria yang kedua, yang ketiga, dan selanjutnya, bila mana sel perlu menambah jumlah ATP. Tentu saja, mitokondria mengandung asam deoksiribosa nukleotida (DNA) yang mirif dengan DNA yang ditemukan dalam nucleus. DNA merupakan bahan dasar nukleus yang mengatur replikasi sel yang terdiri dari: asam fosfat, suatu gula yang disebut deoksiribosa, dan empat basa nitrogen (dua purin: adenine&guanine; dan dua molekul pirimidin timin&sitosin. DNA mitokondria memainkan peran yang sama didalam mitokonria untuk replikasinya sendiri. Sedang DNA sendiri dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan. Dan Hormon pertumbuhan salah satunya dipengaruhi latihan/olahraga. Jadi dalam memaksimalkan VO2 Max yaitu pada masa pertumbuhan dengan bentuk latihan aerobik yang bertujuan untuk memaksimalkan jumlah dan besarnya mitokondria. Pertumbuhan dipengaruhi hormon pertumbuhan (GH) atau SH (somato Tropik Hormon) masa usia pertumbuhan paling tinggi (12-13 untuk Putri dan 14-15 Putra).

Jadi untuk memaksimalkan VO2Max sebaiknya pada masa pertumbuhan, dengan harapan fungsi Cardiorespirasi akan baik. Oleh karena alasan tersebut olahraga sangat penting dalam memaksimalkan sistem cardiorespirasi karena dengan berolahraga kita akan melatih kekuatan otot-otot jantung, paru-paru, elastisitas otot, dan meningkatkan jumlah dan besarnya mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi yang digunakan untuk kerja otot unuk melakukan aktifitas.

 

  

DAFTAR PUSTAKA

Guyton A. C dan  Hall J. E. (1996). Textbook of Medical Physiologi. Philadelphia: W. B. Saunders Company.

Tjaliek, Soegiardo. (1991). Fisiologi Olahraga. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: